HPN

Click Page 28

Salonnière di Paris (Indonesian)

Aku tinggal di vieille dame
Di antara Prozac dan rokok

Dia menyambut ku saat pertemuan kami yang pertama
Dengan buku Anne Sexton di tangannya pada tahun 1967

Dia memberi ku sebuah surat penting untuk neurotik dalam dirinya
Dan rumah
Dia berperilaku seperti wanita yang baik
Petite Muette berada di sebelah kamarnya

Pada saat itu dia tampak seperti nyonya rumah di luar di rumah sakit
Dengan reputasia dan nama baik
Berjalan seperti salonnière di salon littéraire (tidak pernah ada pengunjung)

Dengan kemunculan maison-close
Dia mengundang para pria untuk membersihkan furnitur lamanya
Dari tumpukan banyak debu baru

Aku bertemu dengannya tujuh tahun yang lalu
Waktu yang cukup untuk membangun sebuah hubungan
Untuk mencampur wangi parfume
Seperti itulah seleranya

Tidak makan banyak waktu ku untukku menemukan nya
Kelezatan favorit untukku
Dengan panggilan nyonya kucing


Aku hampir tidak bisa membaca bahasanya, tetapi -
Aku sadar akan provokasi
Douleur-pain.

Dia tidak akan terkejut dengan aib apa pun
Aku akan membawanya ke dalam hidup ku

Tidak perduli apapun yang terjadi
Aku ingin memiliki nya
Dalam warna-warna kesukaan ku.

Dia telah mengingatkan aku pada seseorang
Dia adalah Poète maudit - seorang penyair terkutuk.

Aku mengawasinya
Semuanya dimulai dengan isi emari pakaian nya.

  Tali Cohen Shabtai

Salonnière in Paris

I live with a vieille dame
Among her Prozac and cigarettes

She welcomed me by a first introduction
With Anne Sexton's book in 1967

She gave me a contract to stay neurotic in her
House
And behave like a
Petite Muette beside her bedroom

At that time she looked like a hostess in a house of ill
Repute,
Walking like a salonnière in her salon littéraire (never with visitors)

With that appearance of maison-close, then
She invited men to clean her old furniture
From new dust

I met her first seven years ago,
The time it took for her foundation
To blend un parfume
To her taste

Less than the time it took me to find
The favored delicacy for my
Lady cat


I barely could read her language, but –

We were aware to the provocation of
Douleur-pain.

She would not be surprised by any disgrace
I would bring into my life

Neither by any sensation I would choose to have
In my colors le matin.

She warned me from being a
Poète maudit – a cursed poet.

I watched her, I knew.
It all started with a clothes cupboard.

  Tali Cohen Shabtai